Postingan

Kontradiksi Tentangku

Gambar
  Kadang aku tidak tahu apa yang terjadi, dan aku benci pertanyaan. Selama hidup, aku menjawab semua pertanyaanku sendiri, walau jawaban itu salah. Menjawab pertanyaan orang lain jadi membuatku takut salah. Padahal aku tidak masalah, tapi bila untuk orang lain, membuatku memojokkan diriku sendiri. Aku tidak suka.  Aku masih sukar berhubungan dengan orang lain, ini rahasia. Aku seperti manusia normal, dan aku memahami semua orang. Beberapa orang menyebutku dewasa, tapi aku tidak. Aku anak kecil, aku sering memberontak dengan reaksi kecil, lebih banyak diam, dan tidak ingin diganggu. Aku sulit memahami manusia kenyataannya. 10 tahunku hidup kugunakan untuk meracik kemungkinan soal karakter seseorang, kamu tahu itu melelahkan, seandainya kamu bisa lihat.  Aku mual dengan tekanan, aku tidak bisa disuruh, diminta tanggung jawab, walau akhirnya tetap kukerjakan. Rasanya seperti menelan kembali isi perut yang mau keluar. Aku masih berhipotesis soal ini, antara aku tidak terbiasa...

Kadang aku pergi ke masa lalu.

Gambar
Sumber foto: pinterest.   Aku mau bilang bahwa sesekali aku terperangkap di masa lalu. Tempatku bermain di halaman rumah, kolam renang tempatku bermain air enam kali dalam seminggu, atau beberapa rumah teman selayaknya "tempat transit" yang kukunjungi dengan sepeda biru.  Kenangannya tidak berhenti sampai di situ. Aku ingat semua momen manis saat menginjak kelas menengah bawah hingga atas, sampai lupa momen menyakitkan yang pernah ada. Ingat pernah memenangkan lomba menulis cerita satu sekolah, pernah main ke hotel besar untuk event (dahulu yang seperti itu rasanya besar), pernah bermain ke alam, tempat makan, buka bersama teman, yang diisi perasaan tenang. Benar, aku rindu perasaannya. Tanpa tahu itu sudah "kemarin-kemarin". Aku menulisnya di coretan ini, perpisahan, 4 tahun lalu, tapi tiba-tiba dari 2021 sudah 2025.  Rasanya jiwaku tertinggal. Banyak memori yang masih aku bawa dan kadang mataku berkaca-kaca.  Bukan karena hidupku sekarang tidak sempurna. ...

JIka Aku Hidup Lebih Lama

  Jika aku hidup lebih lama.   Akan kucoba segala hal baru yang membuatku mengeluh bertubi-tubi: “Wah, aku tidak sanggup”, “Aku akan meninggalkan tugas ini”, menyalahkan keadaan mengapa aku mengalami ini, yang di prosesnya lupa berpikir: Aku adalah orang spesial, makanya aku yang dapat mengerjakannya. Tugasnya memang berat, tetapi cara apa yang bisa membuatnya cepat tuntas? Aku memang kehabisan waktu, kesibukan beruntun membuat napas sesak, tetapi… “waktu” itu selalu ada. Selama masih hidup.   Jika aku hidup lebih lama, aku ingin membuat cerita lagi yang banyak, yang bisa membuat orang-orang tertawa, tertegun, dan berlinang air mata. Aku akan menangis larut lagi ketika malam waktu lelah-lelahnya, akan tertawa paling keras waktu melihat banyak hal tidak jelas saking badutnya menjadi warga Indonesia. Aku akan terjun ke hal-hal berbahaya, aku akan bertemu masalah klasik yang setiap sekilas melihatnya aku akan cemberut dan ingin membanting gawai ke lantai. ...

Jiwa Anak Kecil Yang Terjebak Dalam Tubuh Orang Dewasa

Gambar
  "Hei, kupikir aku sudah siap." "Siap apa?" "Menjadi Dewasa." "Artinya kamu belum siap?" Aku menghela napas. Pertanyaan yang kalau dipikir-pikir tidak sepenuhnya "belum siap". Aku sudah siap, aku sudah bersiap sedari aku kecil. Aku akan jadi orang dewasa yang baik kepada anak kecil. Aku akan banyak mengeksplor dunia ini 'karena itu fungsi utama punya badan orang dewasa'. Aku akan sekolah lanjut, kerja, punya keluarga. Tapi setelah dilalui, aku menyadari ada yang salah. Aku masih merasa ingin bermain. Hari-hari yang berkutat pada kertas dan layar biru terlalu kerap membuat napasku berhenti. Menghadapi orang-orang dewasa lainnya yang sama-sama penat dengan dunia. Aku sempat bertanya, ini hidup macam apa? Kenapa orang-orang tetap jalan padahal sudah sekarat? Kenapa tak jarang mereka lupa dengan dirinya sendiri. Di mana serunya?  Makanya aku merasa ada yang salah, karena di ujung hari aku hanya ingin bermain. Aku ingin beli boneka ...

Cintai Aku Seribu Kali Lagi

Gambar
  Kau tahu? Orang yang dicintai menjadi tahu betapa berharganya dirinya, dan ketika orang itu dapat dengan bangganya bersinar, dia akan menjadi ribuan kelopak bunga yang mekar. Hamparan bunga matahari yang menawan di bawah terik mentari hangat. Maka cintai aku seribu kali lagi. Kupikir yang kau tahu berkebalikan. Bukan karena seseorang hebat makanya dia dicintai, kurasa yang betul adalah seseorang dicintai makanya dia menjadi orang hebat. Mungkin lebih masuk akalnya lagi, kau pasti sadar orang yang dicintai orang banyak ialah orang yang 'punya banyak kebaikan'. Tidak membenci kehidupan. Selalu melihat hidup ini sebagai berkah Tuhan. Senantiasa percaya selalu ada rencana-Nya yang lebih besar dibandingkan rencananya sendiri. Orang itu punya energi baik yang menenangkan atau bahkan menolong banyak orang, makanya banyak orang itu jadi mencintainya. Kemudian setelah orang-orang mencintainya, perasaan hangat, percaya diri, cinta kasih yang lebih kuat lagi akan membangun potensi orang...

Kompor Tanpa Gas (Runtut Waktu)

Gambar
sc pict: pinterest Kita terlalu memburu hidup. Seakan-akan hidup ialah sistem yang bisa kita tuntut. Kita ingin setiap hasil datang dalam satu detik setelah dilakukan. Atau balik lagi, "kita maunya sekarang", padahal sejujurnya kamu sendiri belum dalam kategori pantas atau siap untuk dapat itu. Egomu saja yang membumbung ke langit. Maka, seperti itulah kompor tanpa gas. Kita tidak bisa masak kalau gasnya tidak ada, nyambung, dan berfungsi. Tapi waktu kamu lihat kompor, kamu tahu "aku akan bisa masak, karena sudah ada kompornya." tapi kalimat itu ada lanjutannya: "namun tidak harus sekarang, hanya saja pasti akan terjadi". Memaksa, kita terlalu memburu waktu. Kita terlalu tergesa untuk setiap hasil berupa wujud, terlupa bahwa "oh, gasnya belum ada. jadi di prosesnya, aku masih harus cari gas dulu." (Atau dalam segi kehidupan, itu berbunyi "aku masih harus belajar", atau "oke, sekarang aku perlu ngikut alurnya dulu"). Tapi bukan...

Rupa Mimpi & Perjalanannya Menuju Langit

Gambar
sc pict: pinterest Katanya, "Bermimpilah setinggi langit." "Memangnya bagaimana bisa sampai ke langit?" Mimpi itu sifatnya bertumbuh dan mekar. Harumnya memantik ekspektasi untuk membuka pintu fantasi. Tidak ada yang tahu apa saja yang tersimpan dalam ruang mimpi itu. Kapal raksasa yang dalam imaji masa kecil masih terpatri, taman dan pesta teh, kebun sawit berhektar untuk Emak-Bapak, piala harga diri, cinta di pelupuk senja, hingga kesempurnaan fisik. Sekali bermimpi, ia beranak-pinak sampai menginisiasi selanjutnya, berikutnya, setelahnya. Perasaan harap itu, meledak ruah seperti kembang api. Seperti ruh yang serasa menemukan jati diri, keyakinan alam bawah sadar bangkit, metafora hiperbolis yang menganggungkan duniawi. Terasa ajaib.  Kalau realita berkata bahwa mimpi itu penyakit, kataku mimpi itu kisah magis pengantar pencapaian tidak terbatas. Mereka yang sukses dari gagal, artinya mimpi itu membakar mereka hingga bangkit sekadar kata untuk terus menghentak tak...