OCD - Kebiasaan Impulsif Berulang
Cacatku tak berupa. Dia ada di balik perilaku yang tak bisa dikoyak logika. Rasa cemas menghantuiku sambil tertawa. Semua harus sempurna, seolah mayangda ialah sesuatu yang bisa kukendalikan. Lakukan, lakukan, lakukan! Kebiasaan berulang membuat sekujur tubuhku tandas. Otakku dipenuhi skenario badut yang marah jika aku berhenti melakukan. Menjadi baik-baik saja ialah obsesi. Tali bayang masa depan yang berputar di kepala mendorongku masuk ke jurang ketagihan. Tidak, aku tidak bahagia. Seluruh hidupku suram, jenaka, dan sosok asing pikiranku akan terus berkelana sampai badanku menggila. Tolong aku. Aku tergoda akan bermacam obsesi impulsif. Trauma mengitari pusat sukmaku yang kesakitan. Aku benci merasa demikian. Aku habis tak bersisa, seolah cemasku ada di ujung dunia. Ia tak terbatas. Katakanlah aku si bodoh sakit jiwa. Tapi bisakah dengarkan aku sebentar? Aku butuh obat yang tidak nyata. Beritahu aku cemasku ialah halusinasi fiktif yang mampir dari negeri khayalan. Beritahu aku...