Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

Kompor Tanpa Gas (Runtut Waktu)

Gambar
sc pict: pinterest Kita terlalu memburu hidup. Seakan-akan hidup ialah sistem yang bisa kita tuntut. Kita ingin setiap hasil datang dalam satu detik setelah dilakukan. Atau balik lagi, "kita maunya sekarang", padahal sejujurnya kamu sendiri belum dalam kategori pantas atau siap untuk dapat itu. Egomu saja yang membumbung ke langit. Maka, seperti itulah kompor tanpa gas. Kita tidak bisa masak kalau gasnya tidak ada, nyambung, dan berfungsi. Tapi waktu kamu lihat kompor, kamu tahu "aku akan bisa masak, karena sudah ada kompornya." tapi kalimat itu ada lanjutannya: "namun tidak harus sekarang, hanya saja pasti akan terjadi". Memaksa, kita terlalu memburu waktu. Kita terlalu tergesa untuk setiap hasil berupa wujud, terlupa bahwa "oh, gasnya belum ada. jadi di prosesnya, aku masih harus cari gas dulu." (Atau dalam segi kehidupan, itu berbunyi "aku masih harus belajar", atau "oke, sekarang aku perlu ngikut alurnya dulu"). Tapi bukan...

Rupa Mimpi & Perjalanannya Menuju Langit

Gambar
sc pict: pinterest Katanya, "Bermimpilah setinggi langit." "Memangnya bagaimana bisa sampai ke langit?" Mimpi itu sifatnya bertumbuh dan mekar. Harumnya memantik ekspektasi untuk membuka pintu fantasi. Tidak ada yang tahu apa saja yang tersimpan dalam ruang mimpi itu. Kapal raksasa yang dalam imaji masa kecil masih terpatri, taman dan pesta teh, kebun sawit berhektar untuk Emak-Bapak, piala harga diri, cinta di pelupuk senja, hingga kesempurnaan fisik. Sekali bermimpi, ia beranak-pinak sampai menginisiasi selanjutnya, berikutnya, setelahnya. Perasaan harap itu, meledak ruah seperti kembang api. Seperti ruh yang serasa menemukan jati diri, keyakinan alam bawah sadar bangkit, metafora hiperbolis yang menganggungkan duniawi. Terasa ajaib.  Kalau realita berkata bahwa mimpi itu penyakit, kataku mimpi itu kisah magis pengantar pencapaian tidak terbatas. Mereka yang sukses dari gagal, artinya mimpi itu membakar mereka hingga bangkit sekadar kata untuk terus menghentak tak...