Kadang aku pergi ke masa lalu.
![]() |
| Sumber foto: pinterest. |
Aku mau bilang bahwa sesekali aku terperangkap di masa lalu. Tempatku bermain di halaman rumah, kolam renang tempatku bermain air enam kali dalam seminggu, atau beberapa rumah teman selayaknya "tempat transit" yang kukunjungi dengan sepeda biru.
Kenangannya tidak berhenti sampai di situ. Aku ingat semua momen manis saat menginjak kelas menengah bawah hingga atas, sampai lupa momen menyakitkan yang pernah ada. Ingat pernah memenangkan lomba menulis cerita satu sekolah, pernah main ke hotel besar untuk event (dahulu yang seperti itu rasanya besar), pernah bermain ke alam, tempat makan, buka bersama teman, yang diisi perasaan tenang. Benar, aku rindu perasaannya. Tanpa tahu itu sudah "kemarin-kemarin".
Aku menulisnya di coretan ini, perpisahan, 4 tahun lalu, tapi tiba-tiba dari 2021 sudah 2025.
Rasanya jiwaku tertinggal. Banyak memori yang masih aku bawa dan kadang mataku berkaca-kaca.
Bukan karena hidupku sekarang tidak sempurna.
Namun karena aku melihat bahwa pada masa itu, menemukan teman-teman baik setelah fase tergelap itu menyenangkan, punya rumah sehat, punya mainan, punya semua yang membuatku di usia "belasan" itu bisa tertawa, rasanya ada transisi yang terasa luar biasa, sehingga mau kulupakan, aku tidak bisa.
Aku menyayangi mereka semua, dalam tulisan ini, aku meminta maaf dan memaafkan "beberapa" orang-orang yang tidak menjadi bagian baik. Aku masih hidup sesuai prediksi "si anak kecil" itu di ingatan kalian, tapi tidak papa karena itu sebutan yang aku tanggalkan; PR-ku sudah selesai untuk bertemu kalian, makanya kuharap, kelak aku bisa menciptakan benang merah kembali—untuk bertemu lagi, karena aku rindu, saking rindunya aku sadar momennya bisa tidak lagi sama.
Namun, semoga kalian bisa menciptakan hidup yang indah, sebagaimana aku juga mencoba.
Hidup masih berjalan,
kalian adalah bagian kekuatan yang aku bawa sekarang,
dan aku kunjungi ke pintu masa lalu di ingatanku,
untuk menjadi kuat.

Komentar
Posting Komentar