Aku Adalah Puisi
"And like all lovers and sad people, I'm a poet."
- SKENARIO -
Seperti puisi yang melantunkan larik sedu sedan, suka duka, euforia, hingga drama melankolis, aku adalah kekata yang tidak selalu bisa kau terka. Tubuhku terbuat dari kertas kusam tanpa goresan tinta yang tak bisa kau baca apa-apa di sana begitu saja. Namun sedikit saja kau berusaha keras menguak, kau dapat ikut tenggelam dalam nuansa antah berantah tanpa nama di dalamnya. Bila dinamai sendiri, itu ialah pancarona dingin, rupa dari campuran warna hitam kebiruan tanda kesedihan.
- BENANG MERAH -
Kau paham? Aku adalah puisi. Tidak semua puisi dapat dipahami, selayaknya kau memotret ekspresi dan mencatat asumsi. Namun, semua puisi dapat dirasa dan diikat energinya. Tidak perlu memecahkan filosofinya, seperti halnya kau sedang meneroboskan dirimu di labirin tanda tanya untuk tahu maksud kata-kata ini, sebab dengan sendirinya kau 'kan tahu perasaanmu sedang diajak berkelana ke mana. Sebab berbeda dengan dunia realita, puisi mengajakmu bermain rasa tidak semata logika. Dan baru saja aku mengajakmu terjun ke sana. Melalui kaitan puisi dengan kesedihan.
Sebagaimana pujangga cinta yang telah melalui ribuan dekade putaran bianglala nestapa, aku telah memberimu tahu cara puisi bekerja. Karena aku, adalah puisi itu sendiri.

Komentar
Posting Komentar